Rangkasbitung,
21 April 2015
Bismilahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat pagi, salam sejahetra bagi kita semua
Subhanallah walhamdulillah walaa ilaa
haillallah Allahuakbar
Subhanallah walhamdulillah walhamdulillah
walahaulawalakuwata ilaa billah
Ama ba’du
-
Yth. Ibu Bupati Lebak, wakil Bupati Lebak beserta ketua TP. PKK
Kabupaten Lebak
- Yang kami hormati, Pimpinan Daerah Kabupaten Lebak beserta Ibu,
unsur forum koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Lebak beserta Ibu.
-
Yang kami hormati Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, para Asisten
Daerah, Para Kepala SKPD, para Camat Se Kabupaten Lebak.
-
Yang kami hormati Ibu Hj. Nilla Syadrie Jayabaya, dan Ibu-ibu
unsur penasehat lainnya, Ketua DWP Unsur Pelaksana Kabupaten dan Kecamatan se
Kabupaten Lebak
Hadirin dan undangan yang berbahagia
Puji syukur kepada Allah SWT. Bahwa dengan
karunia-Nya kita dapat menikmati acara hari ini dengan sehat wal’afiat.
Solawat serta salam marilah kita sampaikan
kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Kepada keluarganya, sahabatnya dan
kepada umatnya yang taat sampai akhir zaman.
Hadirin yang berbahagia
Beberapa hari yang lalu, kami menghadap Ibu
Bupati, beliau mengharapkan melalui Pak Sekda agar tanggal 21 April diperingati
sebagai HUT RA Kartini dan Ibu-ibu dilingkungan Pemda, termasuk pelajar putri
berkebaya nasional dan bapak-bapaknya seperti yang kita saksikan sekarang
…..gebyar….semarak…menarik..
Terlintas bahwa hari ini merupakan :
Keseriusan dengan penuh kebersamaan
Maka akan terlihat hasilnya
Semoga kedepan akan lebih baik dan nyata bagi
masyarakat
Ibu, bapak yang berbahagia
Teriring rasa hormat dan terimakasih kepada
Ibu Bupati, hari ini kami telah diberi ruang dan waktu untuk berpenampilan enak
dilihat, cantik-cantik…menarik
Bila kita cermati, kenapa Ibu Kartini
mempelopori perempuan berkebaya bukan gaun-gaun yang dipakai orang/temannya
bangsa belanda waktu itu.
Dan mengapa ibu Bupati antusias, ibu-ibu
diharapkan berkebaya nasional hari ini ?
Hadirin yang terhormat
Seorang ibu berbalut kain, atau sarung,
dipadu dengan kebaya, kerudung, selendang yang serasi,…sangat menawan.
Kita dengan hentakan ujung selopnya …
Tok tok tok teratur tak terburu-buru tapi
selah tertahan ..hati-hati, takut terpeleset …dan akhirnya jatuh.
Mungkin filosofinya antara lain adalah, yang
jelas ibu itu menarik dan patut diperhitungkan.
Selanjutnya seorang ibu, pendamping suami,
partner sejati, diharapkan memenej hatinya, suaranya, emosionalnya, gerak
langkahnya dan tidak memberi relung yang menyesatkan putra-putri dan para
suaminya.
Dan terutama selalu mendoakan keluarga untuk
sehat, selamat lahir bathin sampai akhir tujuan.
Hadirin yang berbahagia
Sebentar lagi Insya Allah kita akan menyaksikan
lenggak lenggoknya saudari kita berpartisipasi menampilkan kreasi pakaian yang
terbuat dri tenun dan batik baduy.
Tapi jangan melihat tampilannya saja,
terkandung maksud, suatu saat ibu-ibu pendamping suami dapat membantu ekonomi
keluarga melalui kreasi pakaian yang mereka pasarkan untuk menuju keluarga sejahera.
Hadirin yang berbahagia
Diruangan lain ibu/bapak dapat menyaksikan
lomba kreasi dari bambu dan bazar dengan harapan ke depan mereka dapat dibina
untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Akhirnya pada kesempatan ini kami
menyampaikan kepada yang terhormat Ibu Bupati serta Ibu bapak Forum Kordinator
Kabupaten Lebak, jangan hawatir GOW siap membantu program Lebak Cerdas, Lebak
Sehat, Lebak Sejahtera dilingkup kami keluarga, organisasi masing-masing
semampu kami.
Ada harapan, semoga ibu berkenan memilih dan
memilah teman kami untuk berkarir di pemerintahan. Sebab ada orang mengatakan :
-
Jangan pernah lagi ada kegamangan
-
Buktikan wanita itu bisa dan mampu berdiri sejajar dalam setiap sendi
kehidupan berbangsa dan bernegara tanpa harus melupakan kodratnya
Demikian ungkapan ini,
Terimakasih atas perhatiannya
Mohon maaf atas ucap yang tak berkenan
Billahitaufik walhidaya Wassalamu’alaikum Wr.
Wb.
No comments:
Post a Comment